Saya, Himma dan Huda langsung berkubang dalam air berlumpur yang tingginya melewati mata kaki. Sementara Irvi melanjutkan kegiatan pewiwilan pada cabai merah. Awalnya kegiatan penyiangan ini sangat membosankan dan melelahkan manakala kita harus menyianyi sambil berdiri lantaran terdapatnya kubangan. Kangkung yang tadinya hampir tidak kelihatan karena tertutup oleh gulma, kini bisa nampak dengan mudah. Kangkung-kankung itu terlihat bernapas lega.
***
Pak Machmud datang dengan satu timba berisi pupuk kimia (ponska) menghampiri kami. Ini waktunya pemupukan kangkung darat yang selesai disiangi. Usai saya, himma dan Irvi mempraktekkan pemupukan, saya kembali melakukan penyiangan kangkung darat. Irvi kembali melakukan pewiwilan cabai merah. Sementara Himma tetap melanjutkan pemupukan kangkung darat. Huda sedari awal tetap sibuk menyiangi.
***
Kami tengah beristirahat kala sebuah panggilan di handphone saya memaksa untuk dijawab. Ini bisa jadi adalah panggilan yang paling kita nanti. Panggilan dari dosen yang bertugas menjadi supervisor PKL kami. Saya menjawab panggilan itu. Beliau telah sampai di depan kediaman Pak Machmud. Akhirnya atas permintaan Pak Machmud, saya dan Himma menggiring beliau menuju lahan dengan maticnya. Lega rasanya setelah semuanya usai. Setelah mengetahui mereka menghabiskan jamuan degan yang kami suguhkan. Setelah memberikan oleh-oleh degan dari Pak Machmud. Setelah melihat mobil mereka menjauh perlahan setelah sebelumnya melemparkan salam dan senyuman.
***
Padahal baru kemarin. Iya, baru kemarin Himma dan Irvi menjahili saya.
***
Mereka mengetuk yang lebih mirip menggedor pintu kamar mandi. Saya sedang mencuci baju dan masih separuh perjalanan. Mereka serempak memberitahukan "Fi, ada AKS. Cepetan, Fi. Fi, ayo cepet. Pak AKS. Fi, Fi" dengan nada yang serupa dengan teriakan.
Sontak saya kaget dan percaya begitu saja. Saya langsung terburu-buru meninggalkan kesibukan saya di dalam kamar mandi. Saya benar-benar tidak ingin Pak AKS (Andrie Kisroh Sunyigono-dosen pembimbing PKL yang diperkiran akan melakukan supervisi)menunggu lama. Mungkin bisa dibilang saya terperanjat dan panik. "Hah! Iya tah? Bentar, bentar. Santai. Benar kan aku bilang, supervisinya hari ini." Jawaban saya dari kamar mandi.
Sontak saya kaget dan percaya begitu saja. Saya langsung terburu-buru meninggalkan kesibukan saya di dalam kamar mandi. Saya benar-benar tidak ingin Pak AKS (Andrie Kisroh Sunyigono-dosen pembimbing PKL yang diperkiran akan melakukan supervisi)menunggu lama. Mungkin bisa dibilang saya terperanjat dan panik. "Hah! Iya tah? Bentar, bentar. Santai. Benar kan aku bilang, supervisinya hari ini." Jawaban saya dari kamar mandi.
***
Tidak sampai lima menit hingga saya keluar dan mendapati mereka kompak meneriakkan: "Kena deh!" Lalu tertawa-tawa. Kemudian saya dengan muka flat. Entah kenapa tidak bisa tertawa dengan lelucon itu meski sekadar mengulum senyum. Saya kembali memasuki kamar mandi dengan cucian yang saya telantarkan. Lalu hening. Krik krik ~
***
Saya keluar kamar mandi dan mereka masih diam seribu bahasa. Saya tidak sedang marah tapi saya benar-benar tidak bisa mengatakan ini lucu.
Usai menjemur pakaian saya sholat dzuhur. Mereka masih membisu. Jujur, saya menunggu permohonan maaf. Namun ini lelucon bagi mereka tak ada yang perlu me- atau dimaafkan bukan!
Saya keluar kamar mandi dan mereka masih diam seribu bahasa. Saya tidak sedang marah tapi saya benar-benar tidak bisa mengatakan ini lucu.
Usai menjemur pakaian saya sholat dzuhur. Mereka masih membisu. Jujur, saya menunggu permohonan maaf. Namun ini lelucon bagi mereka tak ada yang perlu me- atau dimaafkan bukan!
***
Selepas mengaji saya mendapati mereka masih mengunci mulut mereka masing-masing. Tak ingin satu kata pun meluncur kabur. Lalu saya membuka pembicaraan. Pembicaraan tentang betapa percayanya saya, paniknya saya, dan pekerjaan yang saya tinggalkan. Mereka serempak terbahak-bahak. Saya pura-pura mendeheh sebal, lalu ikut tertawa tetapi tidak pura-pura. Karena pura-pura piaraan kakak saya telah lama wafat. Eh, itu kura-kura!
Krik krik (2) ~
Krik krik (2) ~
***
“ Do not expect your friends to be perfect people for you . But, help them to be a perfect person. because that is the meaning of true friendship .”
-Anonymous
.
.
Lumajang, 26 Januari 2017 @ 06:50 WIB
-Anonymous
.
.
Lumajang, 26 Januari 2017 @ 06:50 WIB
0 komentar