Adalah pembuatan tudung kegiatan PKL di P4S Persada Nusantara hari ini. Tudung dibuat untuk menaungi bedengan persemaian sayur bayam dan sawi. Tudung terbuat dari plastik khusus dan bilahan bambu. Sebelumnya rangka tudung telah dipasang dengan rapi. Pemberian tudung untuk menghindari curah hujan yang tinggi mengingat sayur bayam dan sawi rentan terhadap penyakit bila kehujanan. Selain itu daun sawi bisa rusak atau robek saat terkena hujan.
Di waktu istirahat saya merogoh HP di kantong training dan menghidupkan mobile data-nya.
***
Tersenyum manakala melihat kiriman-kiriman di grup PKL 2017 via WA. Bagaimana tidak, teman-teman ada yang tengah mengikuti kegiatan transplantasi terumbu karang, diving, mendaki, memotret buah naga jumbo, memanen belimbing-belimbimg segar, mencicipi buah kakao langsung dari pohon, mencangkok pohon cemara, berkerumul dengan ikan hias, menjadi bagian dari pengelolaan agrowisata (petik apel, belimbing, jambu kristal, strawberry dan lain-lain), ngantor, belajar menjadi ahli hidroponik, menikmati hamparan kebun teh, belajar memanen melon, bersinggungan dengan salak pondoh, menyaksikan kopi yang masih di pohon, dan lain sebagainya. Sesekali saya menelan ludah, apalagi saat melihat kiriman mereka tengah menikmati akhir pekan di kota wisata. Duh, senangnyaaaa.
***
Bangkalan, Sidoarjo, Pasuruan, Kediri, Malang, Lumajang, Tulungagung, Jember, Banyuwangi, Yogyakarta dan Bogor. Itu nama-nama daerah yang tengah kami tempati belakangan ini. Kebanyakan dari kami berada di Malang dan Yogtakarta. Itulah sebabnya mereka bisa janjian untuk menikmati wisata bersama-sama selain menjalani rutinitas PKL. Hehe, sebenarnya bukan hanya mereka. Kita semua punya kesempatan yang sama. Di Lumajang sendiri ada banyak tawaran wisata alam yang menarik. Seperti Ranu Klakah, Ranu Pane, dekat dengan Semeru, dll. *Ah, bikin ngiler.* Namun sepertinya kita harus mengulik pelajaran semester satu dulu perihal budget line. Wekwew. Kita lihat setelah pesan-pesan berikut ini-lah!
😂
***
"Nyaman jarèya bâdhâ è orèng"
Maka, bersyukur adalah jalan yang tepat dan benar. Setiap orang akan mengalami suka maupun duka. Hanya saja kita perlu memiliki keinginan. Keinginan yang menjelma mimpi-mimpi. Mimpi yang selalu dibarengi dengan keyakinan. Yakin yang timbul karena usaha dan doa tak berujung. Karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini, seperti apa yang diungkapkan Darwis Tere Liye dalam novelnya, Harun Yahya dalam karya agungnya dan Sang Maha Agung dalam firman-Nya.
Maka, bersyukur adalah jalan yang tepat dan benar. Setiap orang akan mengalami suka maupun duka. Hanya saja kita perlu memiliki keinginan. Keinginan yang menjelma mimpi-mimpi. Mimpi yang selalu dibarengi dengan keyakinan. Yakin yang timbul karena usaha dan doa tak berujung. Karena tidak ada yang kebetulan di dunia ini, seperti apa yang diungkapkan Darwis Tere Liye dalam novelnya, Harun Yahya dalam karya agungnya dan Sang Maha Agung dalam firman-Nya.
***
Cukuplah bagi saya hamparan jeruk, hamparan kelapa muda, hamparan kangkung, hamparan sawi, hamparan bayam, hamparan padi, hamparan jagung, hamparan salak, hamparan cabai, hamparan singkong, hamparan sengon dan hamparan pisang menjadi penyejuk hati. Lalu tawa canda kami bersama adik-adik, senyum manis Bapak Machmud dan Istri, kejailan yang meluap-luap dan rasa tolong menolong yang kental menjadi penghangatnya.
Namun, sejatinya tak pernah cukup doa-doa yang kita panjatkan untuk sesuatu yang lebih indah dan luar biasa. Pun usaha-usaha yang kita torehkan demi mimpi mulia.
💪
😄Syemangaaat!~
.
.
Lumajang, 19 Januari 2017 @15:05 WIB.
Namun, sejatinya tak pernah cukup doa-doa yang kita panjatkan untuk sesuatu yang lebih indah dan luar biasa. Pun usaha-usaha yang kita torehkan demi mimpi mulia.
.
.
Lumajang, 19 Januari 2017 @15:05 WIB.
0 komentar