Sekitar delapan belas hari lagi semua ini akan menjadi oretan sejarah.
***
Tentang P4S Persada Nusantara.
Tentang adik-adik SMK PPN Tegal Ampel Bondowoso.
Tentang lahan tempat kami praktek.
Tentang masyarakat Lumajang yang berbahasa Madura.
Tentang terik mentari yang menjunjung nilai keeksotisan permukaan kulit.
Tentang butiran-butiran kecil keringat di dahi.
Tentang lelah yang kami biarkan melengos pergi.
Tentang dinginnya hujan yang menembus tulang.
Tentang gerimis yang memimpikan rindu.
Tentang nyamuk yang mengigiti kulit tanpa ampun.
Tentang tanah di sela-sela jemari kaki.
Tentang keikhlasan tangan yang menjamah obyek apapun.
Tentang lumuran lumpur di sandal jepit.
Tentang lelucon sesegar embun pagi.
Tentang tawa yang keluar boros.
Tentang berbagi hiasan senyum murah.
Tentang nyala semangat yang berkobar.
Tentang ketidakkenalan pada kata pamrih.
Tentang saling tolong menolong dan bekerja sama.
Tentang amarah yang mendengus sebal.
Tentang keluh kesah yang muncul malu-malu.
Tentang indahnya perbedaan karakter.
Tentang break time yang paling di nanti.
Tentang masakan yang dihasilkan dari pajangan lembar piket.
Tentang makanan yang asin atau terlalu manis.
Tentang kepulan asap dari secangkir kopi susu.
Tentang tape Bondowoso yang menjadi pencuci mulut.
Tentang begitu panjangnya sebuah diskusi.
Tentang begitu berkesannya sebuah diskusi.
Tentang kicauan burung yang merdu.
Tentang kekhasan bunyi aliran air.
Tentang kecebong yang berenang dengan riang.
Tentang kupu-kupu yang imut dan lucu.
Tentang musang yang mengendap-endap menggemaskan.
Tentang cacing tanah yang mampu mengeluarkan jeritan.
Tentang gatal tiba-tiba oleh ulat misterius.
Tentang rumput yang tak mau menyerah tumbuh meski disiangi.
Tentang hamparan kebun jeruk yang menggoda iman.
Tentang puluhan pohon degan yang menguji dahaga.
Tentang kangkung yang tumbuh subur.
Tentang cabai yang telah dipasang ajir.
Tentang barisan padi dengan jajar legowo.
Tentang salak yang durinya bisa saja menusuk.
Tentang ber-pickup singkong yang telah dipanen.
Tentang jagung yang menyaksikan langkah kaki kami.
Tentang pematang yang rela kami injak-injak.
Tentang Irvi yang tiba-tiba sakit pagi ini.
Tentang kabar duka bahwa Bibi Ibu telah pulang ke rahmatullah siang ini.
Tentang prensentasi yang sempat ditunda malam ini.
Tentang persemaian bayam dan penanaman kacang panjang sebagai kegiatan di hari kesepuluh ini.
.
.
Lumajang, 18 Januari 2017 @13:18 WIB.
Tentang adik-adik SMK PPN Tegal Ampel Bondowoso.
Tentang lahan tempat kami praktek.
Tentang masyarakat Lumajang yang berbahasa Madura.
Tentang terik mentari yang menjunjung nilai keeksotisan permukaan kulit.
Tentang butiran-butiran kecil keringat di dahi.
Tentang lelah yang kami biarkan melengos pergi.
Tentang dinginnya hujan yang menembus tulang.
Tentang gerimis yang memimpikan rindu.
Tentang nyamuk yang mengigiti kulit tanpa ampun.
Tentang tanah di sela-sela jemari kaki.
Tentang keikhlasan tangan yang menjamah obyek apapun.
Tentang lumuran lumpur di sandal jepit.
Tentang lelucon sesegar embun pagi.
Tentang tawa yang keluar boros.
Tentang berbagi hiasan senyum murah.
Tentang nyala semangat yang berkobar.
Tentang ketidakkenalan pada kata pamrih.
Tentang saling tolong menolong dan bekerja sama.
Tentang amarah yang mendengus sebal.
Tentang keluh kesah yang muncul malu-malu.
Tentang indahnya perbedaan karakter.
Tentang break time yang paling di nanti.
Tentang masakan yang dihasilkan dari pajangan lembar piket.
Tentang makanan yang asin atau terlalu manis.
Tentang kepulan asap dari secangkir kopi susu.
Tentang tape Bondowoso yang menjadi pencuci mulut.
Tentang begitu panjangnya sebuah diskusi.
Tentang begitu berkesannya sebuah diskusi.
Tentang kicauan burung yang merdu.
Tentang kekhasan bunyi aliran air.
Tentang kecebong yang berenang dengan riang.
Tentang kupu-kupu yang imut dan lucu.
Tentang musang yang mengendap-endap menggemaskan.
Tentang cacing tanah yang mampu mengeluarkan jeritan.
Tentang gatal tiba-tiba oleh ulat misterius.
Tentang rumput yang tak mau menyerah tumbuh meski disiangi.
Tentang hamparan kebun jeruk yang menggoda iman.
Tentang puluhan pohon degan yang menguji dahaga.
Tentang kangkung yang tumbuh subur.
Tentang cabai yang telah dipasang ajir.
Tentang barisan padi dengan jajar legowo.
Tentang salak yang durinya bisa saja menusuk.
Tentang ber-pickup singkong yang telah dipanen.
Tentang jagung yang menyaksikan langkah kaki kami.
Tentang pematang yang rela kami injak-injak.
Tentang Irvi yang tiba-tiba sakit pagi ini.
Tentang kabar duka bahwa Bibi Ibu telah pulang ke rahmatullah siang ini.
Tentang prensentasi yang sempat ditunda malam ini.
Tentang persemaian bayam dan penanaman kacang panjang sebagai kegiatan di hari kesepuluh ini.
.
.
Lumajang, 18 Januari 2017 @13:18 WIB.
0 komentar