Bangkalan, 1 Desember 2015
Adakah kesuksesan yang sudi menghampiri
orang yang menghabiskan sisa waktunya untuk berjam-jam membaca Wattpad? Atau mau
menyertai remaja tanggung yang sepertinya sedang jatuh cinta dengan permainan
bernama Clash Of Clans hingga tak pernah seharipun dilewatkan untuk
menggosok-gosok layar hape pintarnya?
Entahlah,
aku benar-benar tak punya wewenang untuk menjawab pertanyaan semacam itu. Hanya
saja aku memiliki beberapa analisa seperti: bisa jadi si pembaca Wattpad akan
menjelma menjadi penulis buku religi kelas kakap, atau pemain game akan
memiliki akhir cerita layaknya di Flm Top Secret. Apapun itu tetap saja dari
berbagai sisi aku tidak suka Wattpad dan COC. Lalu bagaimana dengan diriku
sendiri? setiap waktu aku hanya berkerumul dengan banyak pertanyaan. Adakah
kesuksesan untukku?
Puncaknya, pertanyaan demi pertanyaan
kian berkembang biak begitu ganas, menyesaki pikiranku. Saat mendengarkan
ceramah dosen, atau saat menggoreskan pen di permukaan kertas, atau saat
mengikuti kegiatan serupa namun dengan sebutan berbeda yaitu praktikum dan
atau-atau lain, seperti saat mengenakan baju putih kedodoran, aneh sekali bukan.
Kemudian tes yang sebelumnya dihadapi dengan merapalkan beberapa paragraf dalam
kertas fotokopi yang dijilid, yang mereka sebut dengan modul–dan banyak hal
lainnya–rupanya tak menyurutkan frekuensi pertanyaan yang ada dalam benakku.
Adakah kesuksesan untukku?
Benarkah kesuksesan itu sudi menjadi bagian
hidupku kelak atau bahkan nanti? Lagi-lagi entahlah, aku tak lebih dari manusia
yang GUGUP menatap masa depan. Masa depan didunia, apalagi di akhirat. Aiih,
kenapa jadi pesimis begitu?!! Tidaak!!! TIDAK boleh!!!
“Haduuh, siapa sih itu teriak-teriak?!!
Berisik tauk!”
“Weiih, Aku kan teriaknya dalam hati,
kamu kok bisa denger?,”
“Iya dong, aku kan disebelahmu,” jawab Jantung
cengar cengir.
“Huaa.. iya ya (-_-!),” tanggapan Hati
dengan takzim.
“Heh.. kalian malah ngobrol! Ga kasian
ngeliat aku dari pagi ga diisi?,” Lambung menyambung perbincangan dengan nada
melambung.
“Lalu apa yang bisa kami bantu?!!,”
jawab Hati dan Jantung kompak.
Perbincangan pun semakin panas dan aneh.
Tidak hanya Lambung, Hati dan Jantung yang terlibat dalam ketegangan itu, namun
organ-organ yang lain juga ikut menyumbang suaranya. Kecuali otak yang terus
berkerumul dengan pertanyaan-pertanyaan, atau mulut yang tak mau mengeluarkan
secuil suara pun. Jadi suara semacam apa yang dikeluarkan organ lain? Hmm.. Lambung
mencak-mencak mengalahkan kegaduhan organ yang lain.
Akhirnya inilah saatnya oretan ini harus
diakhiri, karena tak ‘kan ada akhir. Belum ada akhir maksudnya. Belum ada
jawaban lebih tepatnya. Harus diakhiri sekarang juga. Sebelum menyesatkan lebih
jauh nantinya. Sebelum lebih aneh lagi. Sebelum bikin darah tinggi. Kapan
sudahnya kalo se-belum mulu ini!!!
Babaiii..
Nb: Buat adik-adik yang
masih belajar menulis, jangan
dicontoh oretan yang urakan ini. Apalagi dijadikan rujukan buat belajar dikelas
atau dijadiin dasar teori laporan sama kakak-kakaknya mungkin. Hehehe. Jangan
yaaa adik-adik! Soalnya, oretan ini tidak menganut paham EYD. Parahnya lagi,
banyak kata yang tidak baku. Kalo diamalin inti maknanya, bolehlah.
بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ
لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3)
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).
0 komentar