Subhanallahi Wa Bihamdihi
Ironinya orang-orang yang seringkali menjadi orang-orang terdekat dan paling cepat membantu kita untuk bangkit lagi adalah orang-orang yang kerapkali mudah kita sakiti. Seperti kedua orang tua dan saudara.
Kalau sudah begini, kita harus memahami kembali apa arti hidup di bumi. Bagaimana cara untuk memperoleh mimpi (baca: surga) tanpa harus menyakiti.
Ini kemudian membawa kita pada ingatan betapa Allah SWT menjadi Dzat Yang Paling Dekat dan selalu ada untuk kita. Saat banyak yang meremehkan, Allah hadirkan kepercayaan. Saat banyak yang menjatuhkan, Allah menguatkan.
Padahal sudah berapa kali kita menyakiti Allah dengan segala perbuatan tercela rasanya tidak terhitung adanya. Meski itu tidak akan mengurangi sedikitpun keagungan-Nya. Karena sejatinya kita yang selalu membutuhkan-Nya.
Subhanallahiwabihamdihi agaknya tidak cukup untuk kita lantunkan 100 kali. Karena sepertinya dosa kita lebih dari jumlah buih di lautan, terlampau banyak sekali.
0 komentar