Kumpulan Status

Tetap Seperti Ini

Ada khazanah ilmu di setiap goresan penanya. Pantaslah Mbak Lia bilang kalo karya Kang Abik selalu number uno baginya. Sedang karena aku lebih dulu mengenal tulisan Bang Andis, aku selalu bilang tulisannya yang unggul, bagiku. Ada metafora di setiap baris kalimat bikinannya. Keduanya sama-sama penulis novel yg hebat. Aku mungkin akan berkata, jika bisa saja tulisan Kang Abik lebih unggul kalau aku mengenalnya lebih dulu. Tapi semua sudah tergaris. Aku setia. Toh bagaimanapun mereka memang luar biasa. Pujian semacam apapun tidak akan berpengaruh besar pada orang-orang seperti mereka. Seperti ujar Cak Nun, "Aku akan tetap seperti ini. Meski kalian lambungkan namaku ke atas langit. Hanya hamba.
__________

Mereka Saja Berdoa

Mereka saja berdoa. Praying. Hehe. Apalagi kita? Dan kalo dipikir-pikir kita itu enak. Tinggal berdoa: semoga, semoga, semoga dan siapapun akan berkata: amin, amin, amin. Lalu beruntungnya kita, karena Allah Maha Mendengar segala doa.
__________

Aku Tidak Peduli, Bu

Nak, kalau kata orang sini itu: sekolah pertanian itu untuk apaaaa? Ga penting.
Buk, aku tidak peduli apa kata orang. Ini hidupku. Kita tidak akan pernah bisa melangkah jika takluk dengan hanya mendengarkan perkataan tidak berfaedah dari orang lain.
Setelah itu, masih dengan bubuhan tawa kecil, aku menjelaskan betapa pentingnya pertanian. Ibu terdiam. Mencerna setiap kata. Aku yakin, saat itu kata-kata itu tengah berperang melawan perkataan sampah yang sudah kadung mengendap di pikiran Ibu.
__________

Menantang Maut: Potret Anak Bangsa

Menantang maut menyeberangi derasnya sungai dengan sebuah ban bekas menuju sekolah demi menyambung hak untuk memperoleh pendidikan. Kejadian serupa tidak hanya ada di Sulawesi Selatan. Akan tetapi di banyak daerah dan sudah menjadi rahasia umum. Salah satu buah dari ketidakpedulian. Entah apa yang dilakukan orang-orang pemerintahan. Kalau kita sudah mulai ramai. Barulah mereka turun tangan. Tak berani lagi ongkang-ongkang. Baguslah. Meski kadang aneh. Karena meski jutaan kali permohonan sudah di depan mata. Mereka tak sekalipun mau ambil aksi, bahkan sekadar untuk berbicara.
__________

Sosmed dan Al-Qur'an

Dua hari sudah men-PC 55 orang. Bahkan kadang lebih. Mengingat aku belum jualan, ini adalah angka yang fantastis. Pertanyaannya: sudah me-PC berapa malaikat dengan al-Qur'an? Astaghfirullah.
__________

Penyiar Radio

Saya kira, menyuarakan kebenaran, fakta, aspirasi dan khazanah ilmu lewat dunia pers dengan hikmah dan mauidhatul hasanah adalah salah satu langkah untuk memberikan kontribusi untuk negeri dan membangun resolusi terbesar dalam hidup, yakni kebermanfaatan. InsyaAllah.
__________

Satu Muara

Andai dulu tujuan kami tidak hanya perihal dunia. Beasiswa, gadget, impian, dll. Andai dulu tujuan kami selalu bermuara pada Jannah-Mu. Pastilah kami mudah menjaga istiqomah kami.
Hah? Apa kau bilang? Mudah? Kau kira ketaqwaan selalu berasal dari nyala istiqomah yang tak pernah padam? Kau kira jalannya akan semakin mulus? Bukankah justeru akan licin dan membuatmu terjatuh? Sungguh. Tak apa. Kau bisa mengubah muaranya dari sekarang. Agar jiwa tidak gersang meski bahkan target duniawi banyak terlampaui.
Satu muara yang menciptakan kedamaian hati adalah Dia. Sang Kholik, dzat yang tidak pernah menyakiti, senantiasa menjaga dan setia bersama. Selalu mengarahkan pada jalan-jalan menuju tempat keindahan, keabadian. Menerima kembali meski kita pernah seburuk yang tidak bisa dijelaskan lagi.
__________

Kompetisi

Bagi saya, kompetisi menjadikan kita lebih rendah hati. Selain itu, kompetisi sebagai alat ukur untuk mengetahui dimana posisi kita. Apakah berada di posisi top, middle atau lower. Meski tidak selalu dengan alat itu mengukurnya. Kan sudah ku bilang salah satu? Tapi it doesn't matter kita berada di posisi mana. Yang menjadi matter adalah kalau kita sampai berpikir untuk berhenti belajar.
__________

Guru Itu

Guru itu menurut gue mulia. Itu sih di mata gue. Itulah kenapa gue ga berani meskipun hanya sekedar ngejadiin mereka bahan candaan, atau nama-nama mereka yang diplesetkan. Gue ga berani. Terlepas dari pengalaman pahit gue pas esde sama guru ngaji (lengkapnya bisa dibaca entri diblog sebelumnya), guru menurut gue patut banget dihormati, didoakan, dimuliakan. Meres otak buat rupiah yang ga seberapa. Ups, memang mereka ga pernah berharap rupiah. Mereka hanya ingin berbagi, menjadi penyalur ilmu. Itu saja. Tak ada nominal yang mereka inginkan. Hanya kebermanfaatan.
Guru itu menurut gue adalah salah satu prosfesi terhebat di dunia. Karena menjadi seorang guru haruslah memiliki jiwa yang besar.
__________

Mesin Jahit

Orang yang dengan mesin jait sederhana aja bisa masyaAllah semangatnya. Lah gue dengan mesin jait yang bisa dibilang jauh lebih bagus justeru jago banget nyari alasan. Nyari di laci, rak piring, jalan setapak, emperan toko, pasar becek, dll.
__________

Buanglah Komentar pada Icon Tempat Sampah

A: Kerjain, jangan males-males!
B: Makanya jangan gaya, pilih topik yang gampang-gampang aja!
C: Masak sih sulit? Kan bisa saling copas seh!
Dan komentar lain sampe Z.
Apapun komentarnya, minumnya tetep teh gelas bikinan sendiri. Pun kalo misalnya yang fix yang paling gampang di mata mereka lantas  berkomentar, "Gila. Proposal segampang ini aja lama banget. Kemana aja selama ini," ya gapapa. Tetep, minumnya  teh gelas bikinan sendiri. Bagaimanpun kita berperilaku, akan selalu salah di mata orang lain. So, take it easy, biar nyuci jadi enteng. Toh sudah menargetkan dan berusaha semampunya. Sedang Allah yang menentukan.
__________

Kadal

Nemu kadal di bawah kasurnya Ilul. Gerak-gerak di kaki. Siapa coba yang ga jerit kalo kek gitu. Hade.
Jadi inget kejadian beberapa tahun silam. Pas kelas 4 MI kalo ga salah. Zainul yang jail banget kala itu bawa kecoa apa belalang gitu. Lupa. Gede banget pokoknya. Terus dikasih-kasihin (gatau bahasanya apa, haha) ke depan muka yang cewe-cewe. Dia ngitarin tempat duduk murid cewe. Jadi pas MI barisan tempat duduk cewe cowo kan dipisah. Alhasil mereka pada teriak histeris. Pas nyampe di gue. Gue yang cuma flat aja gitu ekspresinya. Diem doang. Zainul pun 'coni' dan bergumam, "Deh, kamu kok ga takut?"
Padahal aslinya takut dan geli, tapi biar Zainul ga meneruskan aksinya, gue coba cara itu. Dan well, berhasil bikin dia ngebuang serangganya keluar kelas. Barangkali baginya 'permainan' yang bikin bbrp orang jantungan itu uda ga seru lagi. Haha.
__________

Hamba Allah

Kita berjuang untuk bisa menjadi manusia bertaqwa semata-mata bukan karena kita ini anak ustadz, putra kiai, jebolan pesantren, lulusan aliyah, pernah mengenyam pendidikan di tsanawiyah dan sebagainya, dan sebagainya. Sama sekali bukan. Melainkan kita bertaqwa karena kita hamba Allah, Tuhan yang paling mengerti diri kita dan umat Muhammad, sosok yang berakhlaq al-Qur'an. Menyadari dan mengingatkan kembali diri tentang dua kenyataan itu, tidak berlebihan jika kita lantas berguman, "Duhai beruntungnya kita."
__________

Setiap Kita adalah Contoh

Sebenarnya bukan nangis lantaran kata 'kagum' tapi lebih karena mikir, ternyata tiap kita itu jadi contoh. Karena kita bagian keluarga A, sebagai kakak, adik, ortu apalagi dll---maka kita jadi contoh dan potret keluarga (mesk tidak sllu begitu). Karena kita pake kerudung, mau tidak mau kita jadi contoh untuk mereka yang belum berkerudung ataupun non muslim. Karena kita berpendidikan kita pun jadi contoh. Dsbgnya. Maka jangan coreng segala trademark kebaikan hanya karena kita. Ah, apa pula aku ini. Menceramahi seseorang. Lihatlah dirimu! Ngaca! Semangat memperbaiki diri! Hehe.
__________

Status di Sosmed

"Lut, status itu ga penting. Aku lihat kamu bikin banyak banget."
Hehe, ssorang bilang seperti itu padaku. Aku hanya menyengir. Itu juga pendapatku dulu. Sekarang? Kenapa ngga kalo status tidak mengganggu ibadah dan tugas-tugas kita yg lain. Pun barang kali ada secuil pesan yang bisa diambil dari status siapapun. Tentu, akan lebih baik belajar dari buku. Tapi kenapa tidak. Sedikit kontribusi kadangkala mampu mengubah. Pertama mengubah diri, lalu sekitar. Tiap status bisa disimpan untuk kemudian dikembangkan menjadi kalimat, paragraf, berhalaman, lalu buku. Ingat, kita bahkan bisa belajar dari sesuatu yg paling buruk sekalipun.
__________

Orang Sholih

Entahlah, orang-orang sholih seringkali bikin saya mudah mudah menangis. Seperti pas liat Ust. Yusuf Mansur ceramah secara live di TVone dan ulama lain. Bukan hanya isi dan penyampaiannya, tapi membayangkan bagaimana sholihnya beliau-beliau. Pun saat membaca novel ini. Tokoh Fahri yang digambarkan sosok yang teguh iman, lembut hati dan luas pengetahuannya membuat saya mudah menitikkan air mata. Iri. Mereka orang-orang sholih. Dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana sempurnanya akhlak rasulullah. Pantaslah beliau amat dicintai. Laa hawla wa laa quwata illa billah.
__________

Film

Setelah nonton film-film bagus, pertanyaan yang terbesit di dalam pikiran adalah selalu, "Kapan bisa bikin yang sama?" atau paling tidak berusaha membuat kehidupan pribadi (yang nyata) menjadi film yang indah saat diputar kembali kelak di yaumul qiyamah. Ah, selalu tidak habis pikir saat seseorang mampu membuat film yang sarat makna.
__________

Sihir Dajjal

Aku dulu juga berpikir begitu. Selama kita beriman, bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad utusan-Nya, maka akan selamanya kita teguh. Meski Dajjal datang dengan segala sihirnya. Tapi ternyata tidak demikian. Sihir Dajjal benar-benar mampu menyedot semua keyakinan dalam diri, menggiring kita untuk menyekutukan Allah. Sampai-sampai ulama terkemuka mengaku tidak siap apabila dihadapkan dengan makhluk keji dan bengis yang satu itu. Hanya pertolongan Allah, syafaat Rasul dan al-Qur'an yang dapat meneguhkan hati kita. Itulah kenapa kita sangat dianjurkan untuk membaca surah al-Kahf. Maka aduhai, bagaimana pula kita mengandalkan iman yang masih serupa kain pakaian kekinian ini, tipis dan terawang. Wallahua'lam.
__________

Agen Perubahan

Heni, mantan TKI Hongkong yang akhirnya bisa kuliah dengan keringatnya di negeri orang. Tak hanya itu, sepulang dari Hongkong, ia telah membeli 30.000 buku dan membangun komunitas yang sangat berpengaruh. Pendidikan untuk masyarakat prasejahtera. Ya, dia salah satu agen perubahan. Baginya, pendidikan adalah salah satu pemutus rantai kemiskinan. Banyak penghargaan yang telah diraih tidak membuat ia berpuas diri. Ia tetap tulus membangun negeri.
__________

Berkunjung ke MA

Setiap sudut seolah menceritakan kembali tiap adegan. Tempat nyetor vocabularies yang kini bagus untuk spot foto, tempat berdiri saat membayar spp kini dipenuhi piala yang berjejer, cermin di masjid juga masih sama, di depannya ada tulisan: sudah rapikah anda?
Hmm, aku seperti terseret oleh kejadian beberapa tahun silam. Berangkat sebelum subuh karena olahraga, datang telat dan dipulangkan, menjahit seragam mencong sana sini, pelajaran matematika yang sulit dicerna. Karena lebih mudah mencerna sekotak nasi yang dibeli dari kantin sekolah. Sering bawa masakan sendiri jika sedang rajin-rajinnya. Hmm, saksi bisu ternyata tidak bisu. Mereka berbicara. Someday, kalau aku ingin membuat novel artinya aku harus mengunjungi tiap tempat yang pernak aku tapaki. Biar mereka yang mengulang cerita kembali. Ah, apa yang menarik dari hidupku?
__________

Jangan Lupa Teliti

Padahal baru kemaren gue omongin. Sekarang uda kejadian lagi

Jadi tadi beli-beli. Tiga setengah jam kemudian gue iseng liat notanya. Ternyata ada typo. Yang harusnya 600ml ditulis 6000ml.
Hade. Kebayang ngga kalo gue jadi utusan perusahaan yang harus ganti rugi milyaran karena gue ga telitiin lagi? Apalagi kalo kita sendiri yang punya perusahaan. Hehe.

Pertanyaan gue: APA KABAR DENGAN SEMUA NOTA YANG BIASANYA LANGSUNG GUE BUANG? 😅
__________

Ngomongin Future Anak

Gue BTW tabu banget kalo ngomongin masalah pernikahan (kata mbak) saking ga pernah ngomongin ke arah sana disaat teman sebaya gue udah pada nikah. Gue mafhum. Soalnya itu emang bener banget. Gue ga kepikiran. Sampe tahun lalu, yang gue pikirin justru melampaui pernikahan. Gue ga mikirin pernikahannya malah mikirin gimana nanti, apakah gue bisa ngurus dan mendidik anak gue agar lantas menjadi seseorang yang berakhlakul karimah dan menganggap pelajaran di dalam dan di luar sekolah amat berharga ga kek gue dulu, dan sebagainya. Soalnya, sampe sekarang pun yg bisa gue simpulin adalah gue bahkan belum becus "ngebantu" ngurus Ilul. Well done, dia emang bukan anak gue sih. Tapi kan... Ah udah ah, ngigo gue.
__________

Stupidphone?

Ayolah, internet bukan hanya perihal main sosmed, Lut. Bukan cuma tentang berbagi cafe yang tengah kita kunjungi, foto makanan yang lagi anget, dll (Meski sesekali buat hiburan gapapa (kek kamu pernah ke cafe aja. Haha). Yap, that's the key. Cuma bonus. Cuma hiburan. Jadi justeru banyaaaaaaaak hal yang lebih krusial). Jangan sampai kamu hanya memiliki seonggok benda berlabel: STUPIDPHONE.
__________

Jangan Sampai Merugi

Biasanya kalo gue share APAPUN, gue bakal nanya dulu ke diri gue niatnya apaan? Kalo emang udah bener, gue tanya lagi: apa pen diliat, apa cuma pen biar ini itu, dll. Nah kalo uda bener, insyaAllah gue aplot. Tampa terkecuali hal-hal yang cuma buat lucu-lucuan dll. Sebab, innamal a'malu binniyat emang amat sederhana, tapi penjabarannya sungguh dahsyat. Jangan sampai kita begini begitu bukan karena Allah. Rugi. Yaaa, iman kita memang alakadarnya, niat emang kadang tergoda untuk bermanuver. Tapi semoga, Allah selalu mengampuni dan memudahkan kita. Aamiin.
__________

Pendosa

Ya Rabb, maafkan diri yang sok suci, dll ini. Hehe. Sebab hati yang kotor (dosa) lah yang bisa menghambat terwujudnya impian mulia kami.

__________

Inspirator

Kadang suka penasaran. Bagaimana ikhtiarnya? Benar saja. Beasiswa LN, research segudang, dan ke Ka'bah bukan pencapaian yang biasa.
.
.
Iya, Mbak. Beliau kan ontime kalau sholat.
.
.
Allah... Iya, Dek. Aku hampir lupa yang satu itu.
.
.
Dan memperbaiki sholat = memperbaiki hidup. Memperbaiki; bacaan, gerakan, waktu, tempat, cara, dsb.

__________

List Target Kedepan:

1. Kualitas HD (Jadi mungkin ngeditnya uda gapake HP.

2. Bingkainya dari bahan yang ga kepake tapi bener-bener bisa dijual, ga keliatan nyampah (Jadi bikin sendiri, ga perlu beli).

3. Menyerap banyak orang yang punya visi sama, sesuai sama tag line: Art for Change!

__________

Beberapa Orientasi dalam Hidup:

SPIRITUAL, GROWTH, LEARN, COMMITMENT, AND USEFULNESS.

Semoga Allah mudahkan.

__________

Random

"Ya Allah, keras kekeuh banget sih, Ibu. Orang aku pen nyuci piring sendiri masih dibantu."
Dan seolah punya indra keenam, Ibu nyaut persis setelah aku menyelesaikan kalimat yg aku kumandangkan dalam batin itu: "Bukan begitu, biar cepat selesai."

Ah, adegan ini seperti acara FTV geje yang pernah kita tonton ya, haha.

Anyway, aku pen nonton film. Butuh judul film recommended dari kalian (bukan FTV). Sebab bagiku, film adalah sepenggal hal yang bisa bikin kita jago nganalisis sesuatu (meskipun gue ga jago-jago). Kuy, apapun filmnya (Inspiratif, action, nasionalisme, dll). Minumnya tetep...

*lagi-lagi ini beda topik tapi dijadiin satu. Biar hemat slide dan kuota. Etdah, anak bisnis banget kalo kek gini. He.

__________

Tulah

Gue dulu sering ngerasa keganggu kalo denger temen cewe manggil temennya pake sebutan "Mat" di awal. Apalagi kalo temennya itu cewe juga. Gimana ceritanya menurut gue.

Akhirnya mungkin gue kena tulah. Gatau mulai semester berapa gue jadi biasa manggil temen dengan sebutan gitu juga. Temen-temen akrab. Karena itulah gue no comment kalo ada orang yang hobi ngomong, "Nj*r, anj*y, dkk."

Tapi kalo yg ngomong adek gue, gue bakal ngomen, bahkan kadang agak lama. Atas kebiasan itu dia bakal bilang, "Ceramah mulu lu, Mbak."

Padahal ni ya, gue uda berusaha nyampeinnya kek ga ceramah, ga pake amma ba'du dll. Hmm.

Meski dia seringkali ngebantah, tapi justru dia yang sering hapal apa yang pernah gue sampein. Lantas kalimat-kalimat itu ia sampein ulang, nyaris persis. Ke Ibu, Mato, dll. Aneh!

__________

Undangan

Undangan perdana buat gue dari anak S2C. Gue terharu, wkwk. Meski sbnrnya gue ga suka kemana-kemana (adapun kemana-mana maknanya menurut gue sendiri yang kalo dijelasin ga bakal selesai dua jilid buku, hehe.)
__________

Pemuda

Dulu para pemuda mengangkat senjata. Kini para pemuda berjuang meraih juara. Terlepas dari apapun hasilnya, gue ga bisa ngebayangin gimana perjuangan mereka. Keduanya punya tekad yang sama, untuk Indonesia tercinta.
__________

Kenapa?

Posisi Bil Gates sempat digeser oleh Jeff Bezos, pegiat E Commerce. Itulah kenapa, selain ilmu Agama dan Psikologi, Lutfiyah ingin sekali belajar E Commerce.

Wulan Guritno ditanya wartawan, "Kenapa anda berbisnis?"

Ia menjawab, "Karena hidup saya bukan hanya tentang saya. Tapi tentang anak-anak saya. Saya ingin memberikan kehidupan yang nyaman, enak dll pada mereka."

Lutfiyah ditanya dirinya sendiri, "Kenapa kamu ingin jadi miliarder?"

Ia menjawab, "Karena hidup saya bukan hanya tentang saya dan keluarga saya. Tapi tentang kebahagiaan orang banyak. Meski membantu mereka tidak melulu lewat materi. Tapi mereka juga butuh membeli sepatu dll, untuk pendidikan sebagai salah satu langkah pemutus rantai kemiskinan."

#kuyhaveabigdream 🎈

_________

Impian Besar

Impian besar memang bukan tentang kenyataan, sebab ia berawal dari kekuatan pikiran, keyakinan, yang kemudian membentuk perilaku. Dengan otot ssorang mampu mengalahkan orang lain, dengan pikiran yang baik ssorang mampu mengalahkan semua tantangan yang berasal dari luar, orang lain dan dari dalam dirinya.
________

Mudah Bagi Allah

Salah satu mimpiku untuk wanita itu adalah membelikan mesin kue seharga puluhan juta. Hehe. Sulit. Karena bahkan aku belum bekerja. Tapi amat mudah bagi-Nya. Karena jangankan mesin puluhan  juta. Diri ini, dunia dan isinya adalah milik-Nya. Well, sbnrnya ini cuma modus biar diajarin bikin kue. Hehe.
________

Sayyidah Khadijah

2/3 kekayaan kota Mekkah pada eranya adalah milik Khadijah. Tapi bahkan Sayyidah Khadijah mengenakan pakaian dengan 83 tambalan yang salah satunya ditambal menggunakan kulit kayu.
_________

Scholarship for Sholar Hunter

Gue mikir keras. (Hehe, ga keras-keras juga, sih). Apa yang bikin mereka mau ngadain simulasi tes IELTS gratis. Hehe. Ternyata salah satunya mungkin bisa jadi ajang promo tempat lesnya. Hehe. Tp ya ga boleh berburuk sangka juga. Banyak benefit karena ada mereka. Thanks dah. Eh, murah kan ya? Kalo punya, hehe. Coba kalo kita les sendiri, pake hape, buku, ebook, dll. Aplikasi, game, film, dll. Kalo niat bener-bener dengan seabrek teknik dan kiat yang bisa dicari di internet, insyaAllah ga perlu les. Justeru katanya lebih efektif. Butuh kuota, kesungguhan, niat bener, waktu, kesabaran, proses, praktik, latihan, senyuman, dll. Etdah, banyak bener. Bismillah, kita semua bisa. Bukan karena kita hebat. Tapi karena Allah ada! Tar kalo Allah jadiin kita bisa, bikin deh tempat les berscholarship for scholar hunter (berbeasiswa untuk pemburu beasiswa, Red). Aamiin.
________

Selftalk

Beberapa nanya, gimana caranya biar bisa ngomong english lancar. "English!!! Yeay!", gitu. Hehe. Pertanyaan kek gini paling banyak aku dapet pas visit camp.
Aih, mereka nanya ke orang yang ga tepat. Pdhl aku juga masih terbata-bata. Tapi paling tidak uda berani ngomong sepatah dua patah kata lah ya. Hehe. Daripada dulu takut bet. Serem. Susah. Takut dibilang sombong. Ato apalah yang akhirnya cuma bikin bahasa Inggrisku pasif. Ratusan vocab yang dihafal pas SMA (MAN Bangkalan) karena disuruh Sir Wahid (hehe) jadi mubazir. Sebab ga dipraktekin. Beliau keren, tapi akunya aja yang ga peka buat praktik.

Nah, salah satu yang pegang andil mungkin adanya grup ini. Grup yang aku gunakan untuk merekam setiap obrolan (topiknya yang ringan aja; pendidikan, family, dll. Tapi kalo kalian mau yang berat ya ga masalah) berdurasi beberapa menit, hampir saban hari. Grup WhatApp yang aku buat 1,4 tahun lalu, beranggotakan aku seorang. Selftalk. Itu teknik yang aku dapet dari Mrs. Ria, guru ketje pas di tempat les dulu (Access Micro Scholarship Program). Ya, berbicara sendiri, karena ga punya partner. Teknik yang kemudian baru aku praktekkin setelah bertahun-tahun sudah lulus dari sana. Hehe. Karena selain nonton film, dengerin musik, baca dll, kita cuma perlu berlatih ngomong. Speak up. Praktik.

Sejak itu aku kian sadar. Tertampar. Bahwa memang ilmu harus diamalkan. Apalagi bahasa. Praktekkan!

Memang tidak mudah. Akan banyak rintangan, alasan dan -an lain. Tapi percayalah, tekad, semangat dan doa seringkali membuat hal banyak terjadi tanpa diduga-duga.

Oke, baii~

________

Be positive!

Berpikir positif saat terpuruk tidak pernah terasa mudah. Tetapi berpikir negatif saat bagaimanapun tidak pernah mempermudah.
________

Laa hawla wa laa quwata illaa billah

Waktu itu saya telah berusaha keras. Tinggal ttd dan cap jempol Ibu yang kemudian menjadi keputusan terakhir untuk bisa kuliah di Mekkah, beasiswa. Tapi ternyata justru itu yang sulit saya dapatkan. Saya gagal berangkat. Disitulah saya berpikir, jika hasil akhir sebenarnya bukan karena kita telah ber-man jadda wa jada. Tapi karena laa hawla wa laa quwata illaa billah," jelas Paman yang luas pengetahuannya itu. Aku menelan ludah mendengarnya. Di saat yang sama, sebuah pintu wawasan baru mulai terbuka.
________

Memaknai Al-qur'an

Tidak ada yang tahu sampai kapan usia kita. Yuk sayangi keluarga. Tanya kabarnya. Tanya apapun. Meski terlihat remeh, sebenarnya amat berharga. Jangan selalu sibuk dengan investasi yang hanya berorientasi dunia. Aku sedikit paham kenapa beberapa ulama mendukung agar menghafal al-Qur'an. Sebab kala maut menjemput, al-Qur'an adalah investasi berharga. Wallahu'alam.
________

Maut

Kullu nafsin dzaaiqatul maut. Nangis kalo nyaksiin prosesi memandikan, mengkafankan mayit dst. Sebab mikir gimana matiku kelak. Karena setelah dikalkulasi, perbandingan ibadah dan perbuatan sia-sia masih begitu senjang.
Allah.. Anugerahilah kami meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.
________

Be your self

Jadi dulu suka sekali baca plus ngeSS status Tere Liye yang memang sudah disetting secara otomatis persekian jam, jadi sangat mungkin status yang sama muncul kembali. Bahkan memang. Itulah kenapa, seringkali hafal. Akibatnya, kala menemukan potongan tulisannya di caption siapapun tanpa menyebutkan Tere Liye sebagai penulis, aku bisa mengenalinya. Ingat, seburuk apapun jika memang karya kita maka tak masalah. Sedang sebaik apapun jika bukan karya kita lantas kita akui, maka itu sangatlah menjadi sebuah masalah.
________

Every single person is unique

Dari pas SD memang kalo mapel yang mengharuskan untuk nyanyi, puisi sama pidato aku bisa. Bisa dalam artian ga malu buat maju, meski cempreng dan ga paham berpuisi dan berpidato yang baik. Tapi satu, kalo disuruh gerak alias joget ato nari. Aduh beneran ga ga ga bisa. Malu malu malu. Makanya kalo liat pentas terus ada yang nari, aku jadi salut deh. Karena beneran emang berawal dr kemauan, keberanian dan sekian persen bakat. Kalo olahraga masih mending. Sedang nari? Aduh, jangan kalo aku, kek robot.
________

Never stop learning

Persediaan kopi gunting abis. Akhirnya bikin kopi racik. Dan aku ga yakin hasilnya enak. Hehe. Ternyata aku ga bisa bikin kopi! Hmm.. Semenjak adalah klinik Tong Fang, eh maksudnya semenjak ada kopi gunting, aku jadi lupa cara bikin kopi racik. Hadee.. Padahal kopi sejatinya diracik bukan digunting. Konon, selera tingkat kepahitan, dll menunjukkan karakter dan kisah hidup si peminum kopi. Omong-omong Bapak tidak berkomentar. Aku anggap itu artinya tidak ada apa-apa kopi racikanku. Nikmat. Haha.
________

It's About Allah

Setelah dipikir-pikir, ternyata memang lebih banyak nulis drpd aksi. Memang sih, semua bisa berawal dari pola pikir, tulisan, ucapan, lantas aksi. Tapi kapan?
Sudah jangan banyak tanya. Semoga Yang Maha Kuasa memudahkan kita, Allah yang Membimbing, agar secepatnya merealisasikan apapun yang menjadi niat-niat suci.
________

Story

Hampir setahun yang lalu. Selfie membuat suasana masih hangat dan bertalu-talu. Sekarang aku paham, kenapa adik-adik di Langsar sering mencubit pipiku. Latarnya di Masjid kala magrib duduk berjibaku.
________

Orang Tua

Petuah mengalir deras dari dua orang tua yang amat aku cintai. Perihal kesehatan. Ah, andai saja mereka tahu bahwa aku bahkan tidak mementingkan sedikitpun bagaimana keadaan diriku melainkan memikirkan kebahagiaan mereka. Sayangnya hanya kau pikirkan, Nak. Bukan dikerjakan. Adapun kau harusnya mengerti, bahwa kebahagiaan mereka adalah kelancaran hidupmu, kebahagiaanmu.
________

Pujian

Pujian itu seperti ujian. Seberapa kuat kau melangkah ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh karenanya, jangan lupa berhati-hati. Pada pujian, yang seperti ujian.
________

Kemudahan

Aku berdoa kepada Allah: Ya Allah, mudahkanlah kami menggapai impian-impian kami. Lalu nyatanya Allah beri padaku beragam rintangan. Itu artinya, Allah ingin aku berusaha menemukan kemudahan-kemudahan di dalamnya.
________

Menutrisi Hati

Perasaanmu kalo cuma di R? Sakit. Tapi setelah mikir lagi ngapain? Cuma ngabisin energi. Lebih baik terus berpikir positif dan fokus ke kegiatan lain. Menutrisi hati dan pikiran dengan makanan yang baik, bukan dengan mudah sakit hati, mudah membenci, mudah menghakimi, dst. Insya Allah.

________

Renungan

Pernah ga loe seketika ngerasa bersalah sama ortu. Karena ngerasa terlalu fokus sama kepentingan hidup loe sendiri. Loe lupa cara ngemuliain mereka. Iya sih, terkadang loe ngebantu. Tapi pernah ga loe ngerasa loe terlalu egois dan sebenarnya cuma mentingin perasaan loe sendiri. Tanpa mau tahu gimana perasaan dan keingingan mereka. Semua kesibukan loe yang loe pikir tujuan akhirnya buat mereka ternyata justru bikin mereka ga nyaman sama anaknya sendiri. Akhirnya loe dan gue pun perlu mahamin lagi apa sih hakikat kehidupan. Allahuakbar.
________

Taqwa

Ketaqwaan kita itu bukan soal kita di mata kita sendiri, kita di mata ortu, saudara, teman, dan sebagainya. Tapi soal diri kita di mata Allah Swt.
________

Amarah

Akal itu kasar, sedang hati itu lembut. Orang beriman tidak akan takut dengan apapun melainkan Rabbnya. Seseorang mampu dikalahkan dengan kecerdasan, kerendahan hati dan ketenangan. Karena pada hakikatnya orang yang hebat adalah orang yang bisa menahan amarahnya, hawa nafsunya.
________

Dewasa

Bahwa memang merenta itu pasti, akan tetapi mendewasa bergantung pada diri.
________

Buta

Allah, hamba buta akan ilmu. Permudahkanlah hamba, ampunilah. Hamba sadar, ilmu tak hanya sebatas layar proyektor. Juga tak berdefinisi nilai yang tertera di kertas-kertas yang dulu begitu asing. Maka mudahkanlah kami mencapai ilmu-ilmu yang benar.
________

Al-Qur'an

Dalam tiga hari mampu menghafal setengah juz (atas izin Allah) hanya dengan mendengar murottal al-Qur'an. MasyaAllah. Sudah pasti orang tuanya pun sholih dan sholihah ( sholih dan sholihah  tidak melulu berarti seorang hamba sholat sampai berpuluh-puluh rokaat per hari, tapi bisa jadi dari amalan lain yang dilakukan dengan ikhlas dan tidak terputus.) Hmm, lèburrâh. Semoga kita dikaruniai keturunan yang mencintai al-Qur'an (menghafal dan mengamalkan isi al-Qur'an dengan penuh ketulusan). Dimulai dari kita. InsyaAllah.
________

Ikhtiar

Kadang kita sering liat penampilan kece yang durasinya cuma dua menit tapi latiannya butuh berbulan-bulan. Atau tayangan dan jepretan kece badai di National Geography yang perjuangannya pun ga perlu diraguin. Atau tayangan berbobot di sedikit stasiun televisi yang penggarapannya menyita jatah tidur. Atau animasi inspiratif Disney yang idenya sering bikin geleng kepala. Atau lantunan indah bacaan al-Qur'an Nabila yang padahal perlu bertahun-tahun menempa diri dengan belajar. Dan lain-lain.
________

Tunggu apa lagi?

Ga konsisten, usaha gini gini aja, doa gini gini aja. Itulah kenapa hidup kita  ya jadi gini gini aja. Kurang bersemangat menatap masa depan. Salah satunya bisa dilihat dari ketidakkonsistenan kita. Hmm, padahal menjadi bermanfaat adalah hal yang amat membahagiakan. Lebih dari sekadar memperkaya diri. Jauh dari sekedar memenuhi berbagai kebutuhan pribadi. Mulai dari sandang, pangan, dan pernak pernik lain yang seringkali mengarah pada sikap konsumtif dan egois sekali. Ayo buka mata, lihat dunia. Ada keberagaman. Ada yang menunggu uluran tangan. Yang tak selalu berarti materi. Tapi buah dari nurani. Karena hidup bukan melulu perihal diri sendiri. Untuk itu perlu menempa diri agar lebih berisi. Tunggu apa lagi? Kenapa masih berpangku tangan dan berdiam diri!
________

Min haitsu la yahtasib

Apa aku lupa? Bahwa yang paling indah dari menggampai mimpi adalah menggunakan cara Allah. Dengan cara manusia, jalannya akan biasa dan mudah ditebak. Sedang dengan cara-caraNya membuat kita mengalami kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan dan saat meraih impian. Min haitsu la yahtasib.
________

Berlebihan

Apapun yang berlebihan tak baik, atau bisa jadi tak ada faedahnya. Bahkan urusan ibadah. Apalagi perbuatan yang sia-sia.
Duh, Nak. Ramadhan tidak juga mengetuk hatimu?
Bagaimana bisa? Bulan semulia itu.
Biar saja. Semoga doa ini menjadi anak panah yang tidak akan meleset mengenai hatimu, mengganti ketukan yang seringkali kau abaikan.
Kalau saja surga bisa didapat dengan membunuh waktu sia-sia. Maka para pendahulu kita sudah banyak yang melakukannya.
________

Kontras

Di sebuah belahan dunia, seorang bocah mengeluh menyebut nama Tuhannya. Astagfirullah, katanya. Rupanya game over.
Di belahan dunia lain seorang bocah juga menyebut nama Tuhannya. Lebih panjang. Hasbunallah wa ni'mal wakil. Rupanya rudal kembali over.
________

Rindu

Dan kerennya adalah ga adanya satu pun foto alias gambar selfie ataupun wefie Nabi Muhammad SAW. Sehingga kesannya kita emang ditantang untuk memperbaiki akhlak agar kelak dengan rahmat-Nya kita bisa bertemu dengan sosok yang berakhlak al-Qur'an itu. Meluapkan segala rindu yang telah lama menggebu. Efek baca prolog jadi bikin story ini. Baca prolog doang lama bet. Gue kalo baca emang lama, niat mempelajari gitu. Meski loadingnya lama. Eh, semoga makin ngga Ya Allah. Hehe. Karena tulisan adalah doa.
________

Punya Andil

Jadi gue dulu gandrung ama lagu Barat, akhirnya bocah-bocah di rumah pada hafal. Jadi bener, spread love, maka lingkungan sekitar bakal dapet love. Spread dan kebiasaan kita, maka mereka lambat laun terpengaruh. Hmm, itu dulu, yang membuat gue sadar bahwa setiap kita punya andil yang besar buat ngebentuk lingkungan berawal dari diri kita sendiri. Sekarang?
________

Pilihan

Jadi kadang ada banyak orang yang ga mau update apapun, share apapun karena bbrp alasan. Takut riya, dibilang sok, dll dll dll. Padahal sebenernya mau share ya share aja. Berbagi info dan konten yang menurut kita insyaAllah menarik. Lalu berdoa semoga niatnya tetep lurus. Karena kita ga mau pinter sendiri, kita mau pinter bareng-bareng. Baik, setiap orang pilihan dan alasan. Ga papa juga hehe.
_________

Pada Jam Itu

Seperti yang pernah gue bilang. Pada jam tengah malem sampe subuh (asumsinya kita udah bangun tidur, bukan begadang) kita bener-bener ga pengen ke dunia. Segala keinginan dan cita-cita jadi ga semenggebu-gebu di jam lainnya, sering jadi ga pengen apa-apa. Bahkan gue kadang ngerasa diri gue masih kek bocah. Pen sama Ibu Bapak terus. Tapi hei, Men. Kamu juga harus berpikir untuk mandiri.
_________

Ngga Suka yang Ribet

Entah kenapa gue dr kecil emang ga trllu suka dg hal yg di mata gue kerasa ribet. Satu contoh: beberapa hal lumrah di acara wisuda. Menurut gue riweh bgt masih gini, ginu, gina. Sedang gue pengennya simpel aja. Kek rapotan biasa. Hehe.
Baik, emang sebenernya perhelatan kek gitu sbg sayonara, ungkapan terima kasih, memutar kembali perjuangan selama sepersekian jam, dsbg. Lalu brbgai pernak pernik dan prosesi lain adalah barangkali sebagai bentuk perlakuan untuk memuliakan orang yg berilmu. Seperti toga kedodoran yg konon terilhami dr Timur Tengah. Dan lain-lain. Tapi ya tetep aja, gue ngerasa kurang srek dg beberapa hal di dunia ini yang udah dianggep lumrah. Itu sih privasi orang ya mau kek gimana. Eh, ini intinya apa ya kok belibet. Hmm, adapun 'ribet' yang gue maksud sebenernya ga berkonotasi negatif. Melainkan ini hanya soal pendapat dari seorang individu yg kadang suka terlihat menyebalkan karena sering berbeda sendiri ngeliat  bbrp hal. Dulu gue kira sifat gue yg satu itu ga wajar, tapi sekarang gue paham, ternyata di balik perbedaan ada persamaan dan di balik persamaan ada perbedaan. ehe. Anyway bahasan ini cuma bentuk refleksi, bukan cuma wisuda. Tapi banyak hal.

________

Objektif

Aku menilai secara objektif. Dulu aku ga suka sebuah grup boy band yang isinya bocah alias ga suka karya-karyanya karena menurutku terlihat nurutin maunya industri, maunya tv, maunya yang mau. Hehe. Jadi bodo amat ama kualiatas, bobotnya segala macem. Ama apakah bisa ngetrigger anak muda, alias ABG yang notabene jadi penggemarnya menjadi lebih baik apa ngga. Intinya, lagunya perihal cinta-cintaan, hehe. Yah, iya si hidup emang hampa tanpa itu ya. Tapi yang aku maksud bukan begitunya. Apa sih absurd jelasinnya. Hehe, penginnya adalah semoga berkarya tapi tetep mikirin dampak buat orang banyak. Eh, siapalah diriku yang berani-beraninya mendikte?
Ayo deh, kita bikin karya sendiri. Hehe. Lagian, selain pandangan bahwa seringkali satu karya belum menggambarkan karakter orang, juga pandangan bahwa sebenarnya apa yang terjadi dan kita lihat bukan cuma buat kemauan satu orang, tapi banyak yang kemudian membentuk sebuah manajemen----pemahaman bahwa perubahan seringkali ga bakal terjadi kalo kita cuma diem dan menggerutu. Pesan membangun kerap cuma lewat. Terakhir, bener banget kalo kita disarankan main jauh, selain biar ga gampang ngeluh, juga supaya pandangan kita bisa lebih menyeluruh.😗

_______

Luruskan Rindu

Aku tidak mengerti. Rindu itu terbuat dari material apa. Apakah kasih sayang, cinta, atau yang lain? Yang aku tahu, ia sering tiba-tiba bertamu. Lantas menetap begitu lama seolah tak merasa jemu. Aku juga tidak mengerti. Kenapa rindu tak mengenal nama. Barangkali karena memang di dalamnya ada sekian persen kasih sayang, disusul alasan lain yang hingga kini bagiku belum ada penjelasan yang mampu menjawabnya. Ah, paling tidak mereka semua pernah hadir dalam hidupku. Karena jika seketika aku merindukan Acha Septriasa, akan menjadi amat lucu bukan? Hmm, kala rindu menyapa begitu lama, aku hanya mampu merapalkan doa. Seperti saat merindukan orang yang sudah mati, aku membubuhkan surah al-Fatihah dalam lantunan doa itu. Bedanya, untuk yang masih hidup, ia hanyalah sebagai pengantar doa. Lalu perlahan, rindu yang berat itu menjadi ringan. Mengingatkan kembali bahwa ada Yang Maha Segala, yang patut dirindukan setiap saat dan menjadi yang pertama.
________

Hati-hati

Masih dalam zona nyaman. Kau belum tau saat dimana kau akan bertemu banyak orang. Lalu mereka memilili karekter yang beragam. Muka dua, tiga dst dianggap kebiasaan. // Hmm, tetap ingat konsep "yang baik akan bertemu dengan yang baik". Konsep itu bahkan kita pelajari untuk menjahit sebuah baju, dulu di Tabus. Tentu berlangsung hingga kini. Yap! Tidak melulu perihal jodoh, tapi juga keluarga, teman, dan lingkungan lainnya. Maksudnya, jika kita baik maka akan dipertemukan dengan teman-teman yang baik, dsbgnya. Ingat, jangan menilai orang hanya dari car mereka berpakaian. Tak pernah kita bisa menjamin tampilan urakan menandakan ia tak memiliki hati yang tulus dan jiwa yang besar. Baik, mungkin pada beberapa hal kemasan bisa jado tolok ukur, tapi tak selalu, Bung. Jadi berhati-hati dengan yang punya banyak muka. Hehe. Adapun hati-hati adalah berarti kita harus berdoa lebih giat lagi. Aku tidak berkata aku orang baik. Aku hanya berusaha dan belajar menjadi orang baik. Bagaimana dgmu? Kuy belajar beringingan😊
________

Pemahaman

Anugerahilah kami pemahaman-pemahaman yang benar, Ya Rabb. Jadikanlah kami ahli ilmu dan pandai mengamalkan serta mengajak dengan penuh kelembutan nan tulus 🤲🏼
________

Catatan: Semoga gue bisa berhenti bikin story alias status di sosmed. Kalaupun memang ngga bisa berhenti, harapannya adalah semoga bisa berbagi pesan moral yang tersirat maupun tersurat. Meskipun seringkali banyak ketidakjelasan alias geje. Hehe. Mohon doa. Mari saling mendoakan untuk menjadi pribadi dengan ketaqwaan yang kian meninggi. Aamiin.

Kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar. Terima kasih.

0 komentar