Bercerita

Tidak sembarang orang bisa ku ajak bercerita panjang lebar. Hanya orang-orang yang ku percaya. Namun pada masanya jika aku hanya diam dan tak ingin membagikan apapun, itu bukan berarti aku tidak mempercayaimu. Tapi kadang, jika ceritanya teramat menyedihkan aku hanya menceritakannya pada Yang Maha Sempurna. Karena Dia bisa menampung apapun. Sedang kamu tak perlu menyediakan ruang lagi. Doamu sudah lebih dari cukup dan tidak terganti. Kadang, cerita itu aku beri lelucon dimana-mana. Agar kamu tidak terpaku pada kesedihan dan bisa mengambil pelajaran. Karena sebenarnya aku hanya butuh kamu dengar, tanpa kamu harus berkomentar. Sungguh, tak apa. Tetapi memang, dengan-Nya aku bisa bercerita tanpa sepotong leluconpun. Aku bahkan bukan hanya mendapat komentar, tapi ribuan solusi pintar. Tentu aku tidak bisa membandingkanmu. Secuil saja tak bisa, karena kita manusia. Namun kau perlu ingat, tak ingin bercerita bukan berarti aku tidak percaya padamu. *senyum.

0 komentar