Dua Sosok

Aku melihat dua sosok manusia dengan karakter yang berbeda. Seseorang yang mempermudah urusan orang lain. Barangkali ia paham bahwa seorang lain---yang ia mudahkan---itu telah memiliki schedule yang saat ditunda beberapa saat atau satu hari saja, maka akan berdampak pada jadwal lain, berantakan. Harus mendesain ulang schedulenya. Bahkan ia tak segan menyemangati dan memberi deadline. Di saat yang sama, aku melihat seseorang yang entah kenapa tidak peduli apakah seorang lain memiliki schedule, deadline atau target dalam hidupnya. Ah, barangkali aku salah lihat saja. Melihat kan bukan hanya dengan mata fisik, tapi juga mata hati. Setiap yang tampak tidak selalu berarti demikian, apalagi hanya berlandaskan persepsi pikiran. Selalu percaya, bahwa Dia yang menggenggam hati setiap manusia. Hmm, lagipula jangan-jangan aku yang perlu memperbaiki diriku, hatiku, cara pandangku.

0 komentar