Kami mengajar SD Langsar 1 dari pukul 09:00WIB hingga 10:00 WIB. Sedang nanti pukul 14:50 WIB saatnya mengisi bimbel (bimbingan belajar) di SD Langsar 2. Siangnya membantu menyelesaikan prakarya. Kemudian usai membimbing anak-anak belajar membaca al-Qur'an di masjid dan sholat Isya' kami menghadiri undangan hadrah dari seorang warga. Akhirnya bisa ku simpulkan, jika kegiatan hari ini lumayan padat. Tidak seperti tahu bulat.
Adapun perkumpulan hadrah ini modelnya seperti sholawatan kemarin. Mereka membaca sholawat, untuk kemudian arisan. Hanya saja anggotanya terdiri dari bapak-bapak, juga laki-laki desa Langsar yang masih remaja. Dan biasanya hadrah ini sering diundang untuk memeriahkan acara khitanan, pernikahan, dan lain-lain.
---
Tumben sekali aku ikut acara seperti ini. Hehe. Kalau di rumah, Mbak pasti akan berkata, "Duh, kamu mesti ga pernah ikut." "hehe," aku cukup membalas dengan cengengesan.
Sebenarnya bukan karena aku tidak suka. Hanya saja kadang kala aku tidak menyukai keramaian. Atau mungkin karena masih banyak urusan. Seperti tugas kampus dan macam-macam. Lalu, jujur saja, dibanding menghadiri acara yang tidak srek dengan hatiku, maka aku akan lebih suka untuk berdiam diri di rumah. Bertapa. Haha.
Eh, bukan berarti aku tidak terlampau senang jika diajak jalan-jalan. Meski terkendala usaha, aku bahkan ingin menjelajah dunia. Aamiin yaa Rabb.
---
Aku tidak mengalami homesickness, tapi tetap saja aku ingin segera pulang. Aku rindu membantu Ibu, aku rindu membuat segelas susu untuk Bapak. Aku rindu memarahi Adik yang sering bermain handphone. Aku rindu membereskan rumah. Aku rindu saat Kakak perempuanku sebal karena tidak mau melihat hadrah dan acara lain. Aku rindu saat Ibu memanggilku berulang-ulang untuk makan, lalu aku masih sibuk menekuri tugas-tugas. Aku rindu saat Bapak menceramahiku karena sering telat makan. Dan lain-lain.
---
Ku lihat rombongan hadrah begitu bersemangat. Usai itu, kepulan asap menyeruak dimana-mana. Entah sudah berapa puntung yang telah tandas. Aku hanya ingin bilang jika tanganku sampai kebas. Tapi bahasan kali ini benar-benar masih tidak jelas.
Ku lihat sampah usai acara hadrah berserakan. Ku harap KKN ini tidak demikan.
Sumenep, 2017
0 komentar