(Day 4) Hah!

Alhamdulillah, semua pada suka bukuku. Bukuku? Eh tapi kok kita jadi baca novel berjemaah. Sedang kemarin ga mandi berjemaah *ups. BTW novel yang aku baca kali ini sarat akan dakwah di sepanjang aliran kalimat. Terselubung oleh metafora, jadi tidak terkesan menggurui. Ini novel best seller karya Sibel Serasan yang berjudul Fatimah Az Zahra. Setelah membaca bersama, kami akhirnya ketiduran secara berjamaah. Haefh.

---

Kami mengawali hari ini dengan melakukan percobaan produk lagi setelah sebelumnya melakukan percobaan sebelum masa KKN. Kali ini kami mencoba membuat nugget berbahan baku daging singkong dengan tambahan daun singkong dan rolade berbahan baku tahu juga dengan tambahan daun singkong. Syukurlah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Sekitar seminggu ke depan, sosialisasi akan dilakukan di Langsar tentunya. Sebelumnya kami ingin melakukan pengolahan buah Srikaya sebagai salah satu program kerja utama kami. Mengingat buah Srikaya yang paling unggul adalah dari Langsar ini, se-Indonesia, katanya. Namun karena belum musim buah tersebut akhirnya kami mengolah komoditas lain yang juga potensial karena merupakan komoditas yang mudah ditemui. Begitulah, hidup tidak hanya dipenuhi dengan rencana A, tapi harus ada rencana B dan lain-lain.

Kemudian siang hari aku, Afifa dan Ana didelegasikan oleh Koordinator Desa untuk menghadiri acara sholawatan rutin oleh Ibu-Ibu yang terlihat bak hijabers. Mereka menamai perkumpulan mereka Sholawatan Al-Barokah.
Mereka berhasil membuat kami bertiga kikuk. Afifa dan Ana benar-benar takut diminta membaca sholawat menggunakan microfon.

Setelah sesi membaca sholawat, tiba-tiba kami diminta untuk memberikan sambutan. Hah! Kita mengira hanya untuk memenuhi undangan seperti masyarakat biasa. Duduk manis, sholawatan dan mengikuti rangkaian acara. Dan akhirnya aku dijadikan tumbal oleh Ana dan Afifa. Benar-benar duo A yang amat tega. Aku mulai mengarang kata di kepala. Mengungkapkan apa saja yang kami sebut sebagai program kerja. Permohonan maaf karena hanya perwakilan yang memenuhi undangan. Dan lain-lain.

Sepulangnya dari sana usai berfoto bersama, kami cekikikan dan ngakak (jangan ditiru, muslimah kok ngakak, hihi.) mengenang ke-kikuk-an kami. Aku juga. Aku mengutuki mereka bercanda karena telah menjadikanku tumbal. Lalu mereka ngeles dengan santainya:

"Mending kamu, Lut. Aku ga bisa ngomong. Kamu tadi bagus."

"Dari mananya? Orang muter-muter gitu. Hufft." timpalku.

---

Malam harinya kami menyibukkan diri dengan mengadakan bimbing belajar bersama anak-anak SD dan SMP sekitar langsar. Kemudian beberapa menggarap buku desa sebagai salah satu tugas yang perlu dipenuhi. Akan tetapi alasan yang terpenting adalah sebagai semacam pemberian untuk Langsar. Naskah nantinya juga akan dipublikasikan lewat weblog. Aku membantu mengetik sedikit, hehe.

---

Perkumpulan Sholawatan Al-Barokah di anggotai oleh 40 orang dan didirikan pada tahun 2001. Ibu-ibu anggota tidak hanya berasal dari Langsar, tapi banyak dari desa lain seperti Kebundadap Barat yang akhirnya bergabung. Arisan adalah kesibukan lain yang dilakukan komunitas ini. Di dalamnya terdapat aturan-aturan yang ditegakkan demi keberlangsungan komunitas. Seluk beluk mengenai Sholawatan Al-Barokah bisa anda baca di langsar.blogdesa.net  *soon, hehe😅

Sumenep, 2017

0 komentar