DAY 21 - Malas


"Keep running though haunted by fatigue, keep learning despite being approached by boredom, because the things we do for sure there will always be obstacles that hinder."
-Anonymous
***
Saya tengah asyik bernapas lega menikmati hari minggu, libur. Sementara yang lain sudah terlelap kembali. Saya terbangun sendiri karena tidak mengikuti project "tembus pagi" yang diadakan mereka di malam minggu. Ini juga karena tidak genap seminggu lagi kami berempat pergi. Jadi mereka membuat acara tembus pagi yang lebih kita kenal sebagai begadang. Ada yang baru tidur jam 4 dini hari, jam 1, 2 dsbgnya. Sementara saya, jam sepuluh sudah siap berlayar ke pulau kapuk.
Sebenarnya agak tidak enak hati, karena kurang menghargai dan tidak berpartisi-sapi. Tapi saya pergi meninggalkan layar televisi setelah izin dengan sangat hati-hati.
Ini bukan tidak berasalan. Saya telah memikirkannya matang-matang. Saya teringat dulu, kala saya dan teman-teman SLTA mengerjakan sebuah proyek hingga dini hari. Bisa sampai jam empat. Lalu jam lima bangun kembali. Duh, mata saya terasa panas. Dan itu terjadi beberapa kali. Pun setelah saya berkecimpung dengan tugas kampus. Saya harus merelakan tidur sedikit kadang, dan mata yang merah disertai rasa panas. Mungkin juga lebih banyak yang merasakan lebih dari saya. Seperti anak yang aktif di kegiatan mahasiswa, atau sopir yang hanya tidur beberapa menit, dll. Maka, saya memilih tidur lebih awal malam ini.
***
Dek Jokowi menjawab pangilan telefon dari Pak Machmud. Beliau meminta kami ke lahan di HARI MINGGU. Sontak semuanya terbangun dan begegas bersiap-siap. Kami diminta mengikuti kegiatan pemipilan jagung bersama pekerja lain di lahan. Pemipilan jagung menggunakan mesin khusus. Kami hanya diminta mengikuti, mengamati dan sesekali membantu.
Jadilah kami serempak berseru kala mendengar kabar itu: "Duh, malasnyaaaa!"
***
Saya dan Himma telah berada cukup jauh di depan sementara yang lain masih berjalan gontai di belakang, letoy. Himma sebenarnya juga masih mengantuk katanya. Tapi ya bagaimana lagi. Sedang saya segar bugar karena cukup waktu tidurnya. Hehehe, curang.
***
Meski begitu saya sebenarnya juga malas ke lahan. Bagaimana tidak, hari Minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Lalu hari Senin diplesetkan menjadi MONsterDAY.
Masih banyak bibit-bibit malas dalam diri saya. Atau bisa jadi dalam diri setiap orang.
Saya sempat bertanya pada salah satu sahabatsaya yang IP-nya hampir selalu sempurna. Sempurna. Saya bertanya apakah dia tidak malas jika harus membaca buku tebal, sementara saya tertidur pulas di rumah. Dia menjawab dengan santai: "Ya malas sebenarnya, Lut-lut. Malas banget. Tapi gimana lagi."
Saya pernah membaca buku tentang kisah nyata orang yang selalu mendapat nilai yang bagus dan rajin sekali belajar. Seakan tidak pernah merasa lelah. Saat temannya bertanya apakah dia tidak punya rasa malas, dia menjawab:"Punya, namun saya hapus demi bakti saya pada orang tua yang telah membiayai sekolah saya. Berjuang untuk saya."
***
"Study while others are sleeping; work while others are loafing; prepare while others are playing; and dream while others ar wishing."
-William Arthus Ward
***
Omong-omong tentang nilai, banyak sekali orang yang menimba ilmu lantas terlalu fokus pada nilai yang dia terima. Pun saya dulu sebelum memahaminya. Mereka dapat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai bagus sesuai yang mereka inginkan. Mereka juga bisa menyalahkan siapa saja jika nilai yang mereka dapat tidak sesuai, alih-alih berkaca tentang diri sendiri yang memelihara malas. Berkaca tentang diri sendiri yang lebih rela berjam-jam bermain hape daripada satu jam belajar Bahasa Inggris. Oya, nilai yang dimaksud disini bisa berbentuk nilai tertulis ataupun tidak. Saya tidak bilang saya tidak punya rasa malas, namun saya berusaha hati-hati sebelum berkomentar dahulu. Dahulukan muhasabah diri, intropeksi.
***
"Fokuslah pada proses dan perubahan pada diri anda. Maka dengan sendirinya anda akan mendapatkan hasilnya. Karena jika anda terlalu fokus pada hasil, bisa jadi anda tidak memperoleh hasil perubahan sedikitpun, melainkan seonggok nilai."
-Lutfiyah
***
Rasa malas tidak hanya timbul menjadi masalah dalam urusan dunia saja, namun juga agama. Seperti kefluktuatifan iman seseorang. Ada kalanya seseorang sangat bersemangat beribadah wajib maupun sunnah, namun ada saatnya seseorang merasakan masa datangnya rasa malas yang amat sangat hingga mulai meninggalkan yang sunnah bahkan yang wajib sekalipun.
“Diceritakan kepada Rasulullah SAW tentang orang-orang yang sangat semangat sekali dalam beribadah, maka beliau berkata, "Itulah puncak semangat (pengamalan) Islam dan kesungguhannya. Setiap semangat akan mencapai puncaknya, dan setiap puncaknya akan ada masa kemalasan. Barangsiapa yang waktu malasnya dalam batas wajar dan tetap dalam sunnah, maka dia telah menempuh jalan yang lurus. Dan barangsiapa yang kemalasannya melakukan kemaksiatan, maka itulah yang celaka."
(HR. Ahmad, Dihasankah oleh Al-Albany dalam kitab As-Silsilah As-Shahihah)
Dapat kita pahami bahwa setiap manusia akan mengalami semangat beribadah yang fluktuatif, kecuali waliyullah. Hanya saja perlu diperhatikan kalau-kalau malas sampai membuat kita meninggalkan ibadah wajib, maka harus berusaha di lawan karena merupakan kemaksiatan dan dikhawatirkan suul khotimah. Naudzubillah~
Sedang bila malas membuat kita meninggalkan yang sunnah seperti qiyamul lail, banyak membaca al-Qur'an dsbnya, maka semoga itu hanya sesaat. Lalu kita lawan dengan tekat yang kuat.
***
Banyak sekali orang berilmu yang menyampaikan agar kita menjauhi sifat merugi yang bernama malas. Hendaknya kita membuat program perencanaan anjurnya.
Jadi mengingatkan pada Saidina Ali ra yang pernah berkata, "Wahai manusia, kehidupan dunia yang dijalani tanpa aturan dan program yang baik, tidak akan memberikan kebaikan sedikit pun."
Meski tak mudah untuk kebanyakan orang, namun banyak yang telah berhasil merealisasikannya. Membuat schedule, lantas mengimplentasikannya. Saya sering sekali membuat schedule. Sering saya perbaharui. Namun sering hanya beberapa yang saya laksanakan. Hmm, kalau mereka bisa kenapa kita tidak usaha?
***
"Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah."
-Buya Hamka
***
Mari sama-sama berdoa, semoga kita senantiasa terselamatkan dari sifat malas. Diberikan daya dan kekuatan untuk melawan rasa malas. Merealisasikan setiap niat yang baik. Demi masa depan (dunia dan akhirat) yang cerah bagi kita semua. Aamiin~
***
"I will study and get ready, and perhaps my chance will come."
-Abraham Lincoln
.
.
Lumajang, 29 Januari 2017 @20:49 WI

0 komentar